Iwanbanaran.com – Cakkk….Kiandra bertekad untuk terus berjuang memperebutkan gelar juara Moto3 Junior World Championship pada paruh kedua musim. Pebalap binaan Astra Honda yang turun Bersama Honda Asia-Dream Racing Team ini siap memulai paruh kedua musim 2026 di ajang Moto3 Junior World Championship. Pebalap bernomor #32 tersebut kembali menghadapi paruh kedua musim ini dengan kondisi yang prima dan siap bersaing, setelah menjalani beberapa pekan libur musim panas yang diisi dengan memanfaatkan waktu bersama keluarga serta latihan di Indonesia. Berikut wawancara bersama pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Kiandra Ramadhipa:
– Pertama-tama, bagaimana perasaanmu setelah libur musim panas? Apakah kamu punya cukup waktu untuk berlatih sekaligus beristirahat sejenak dari balapan?
Saya merasa siap. Saya banyak berlatih selama libur musim panas, tetapi juga sempat menikmati beberapa hari bersama keluarga, sesuatu yang tidak bisa saya lakukan selama lima bulan terakhir. Saya sangat senang dengan libur musim panas ini. Bagi saya, penting untuk bisa menyeimbangkan antara latihan dan istirahat guna melepas diri sejenak dari rutinitas balapan. Sekarang saya sudah siap, energi saya sudah terisi penuh untuk kembali menghadapi sisa musim ini.
– Musim ini cukup menantang. Ada momen-momen luar biasa, tetapi ada juga beberapa momen sulit. Sejauh ini, mana yang menurutmu menjadi momen terbaik?
Tentu saja dua putaran pertama menjadi yang terbaik sejauh ini. Kami memulai musim dengan sangat baik dan menikmati balapan di Barcelona maupun di Portugal.
Tapi yang terbaik tentu saja Portugal karena perasaan ketika meraih kemenangan tidak bisa dibandingkan dengan apa pun.
– Lalu, apa tantangan terbesarnya?
Tidak ada yang pernah mengatakan bahwa musim ini akan mudah. Bisa dikatakan saya cukup kesulitan dalam beberapa putaran terakhir, tetapi sekarang saya kembali dengan energi positif dan siap menghadapi sisa musim.
Kami ingin mengulang apa yang telah berhasil kami lakukan pada balapan-balapan awal. Jadi, saya sudah tidak sabar untuk kembali ke lintasan.
– Ini adalah musim kedua kamu di Eropa dengan menjalani dua kategori berbeda secara bersamaan. Dalam aspek apa kamu merasa lebih matang dan stabil, tidak hanya sebagai pebalap tetapi juga sebagai pribadi?
Di kedua kategori yang saya ikuti, saya selalu berusaha untuk tampil konsisten. Tetapi memang tidak mudah untuk terus menjaga konsentrasi di keduanya sepanjang waktu.
Cara terbaik yang saya lakukan adalah berusaha fokus memikirkan balapan berikutnya. Dengan begitu, kami bisa menjalaninya secara bertahap dan terus mencoba berkembang di setiap balapan agar saya bisa menjadi pebalap yang lebih cepat dan semakin lengkap.
“Kami bisa menjalaninya secara bertahap dan terus mencoba berkembang di setiap balapan agar saya bisa menjadi pebalap yang lebih cepat dan semakin lengkap”
– Di Estoril, kamu mencatatkan pencapaian yang belum pernah diraih pebalap lain sebelumnya, bahkan oleh nama-nama besar di masa lalu maupun pebalap ternama saat ini. Saat masih berstatus rookie di kedua kejuaraan tersebut, kamu berhasil meraih kemenangan di ETC dan MotoJunior dalam waktu kurang dari satu tahun. Apa arti pencapaian tersebut bagimu?
Pencapaian itu tentunya sangat berarti bagi saya. Apalagi sebelumnya, saya belum pernah balapan bersama pebalap-pebalap Eropa ataupun balapan di sirkuit-sirkuit Eropa. Jadi, bisa mengalahkan pebalap-pebalap seperti mereka pada musim pertama saya tentu menjadi sesuatu yang spesial. Namun di sisi lain, target saya bukan hanya untuk menang, tetapi juga bisa menyelesaikan setiap balapan dan terus belajar. Dengan begitu, saya akan selalu memiliki kesempatan untuk tampil lebih baik dibandingkan balapan sebelumnya.
– Sekarang waktunya untuk menghadapi tiga putaran terakhir di musim ini. Setelah mengawali musim dengan sangat baik, beberapa hasil dalam balapan terakhir sebelum libur musim panas belum sesuai dengan yang kamu harapkan. Apa rencana yang akan kamu lakukan untuk membalikkan keadaan?
Saya telah menjalani tes minggu ini dan kami berhasil mengumpulkan data penting yang bisa kami gunakan untuk balapan mendatang. Jadi, saya rasa semuanya sudah siap. Tidak ada alasan lagi bagi saya, karenai saya juga sudah melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan selama libur musim panas. Sekarang kami hanya perlu menunjukkan bahwa kami masih berada dalam persaingan dan mampu berada di barisan depan serta membuktikan bahwa musim ini belum berakhir bagi kami.
– Pertanyaan terakhir, seperti yang kita tahu bahwa kamu masih menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar Moto3 Junior World Championship begitu juga di Red Bull Rookies Cup. Apa targetmu untuk sisa musim 2026 ini?
Target saya adalah menyelesaikan sisa musim dengan hasil sebaik mungkin. Saya akan berusaha keras dan berjuang untuk menjadi juara dunia, karena itu merupakan salah satu mimpi terbesar saya. Saya tahu bahwa peluang itu masih ada, maka saya akan mengerahkan segala kemampuan saya untuk bisa mewujudkan mimpi tersebut.
Last….Pebalap asal Sleman, Yogyakarta, tiba di Valencia dengan menempati posisi kelima klasemen sementara Moto3 Junior World Championship. Ia telah mengoleksi 64 poin, dengan satu kemenangan dan satu kali finis ketiga sebagai hasil terbaiknya sejauh ini. Dengan selisih 30 poin dari pemuncak klasemen sementara, Ramadhipa ingin terus memberikan tekanan dalam persaingan gelar pada putaran di Spanyol tersebut. Meski musim lalu, ia belum berhasil menyelesaikan satu-satunya balapan European Talent Cup yang diikutinya di Valencia, hal tersebut tidak menjadi halangan baginya untuk melakukan yang terbaik kali ini. Pada hari Jumat, dua sesi Free Practice akan berlangsung di Circuit Ricardo Tormo. Kemudian pada Sabtu, sesi Practice akan digelar pada pagi hari pukul 10.20 hingga 10.50 waktu setempat, kemudian dilanjutkan dengan sesi Kualifikasi. Pada hari Minggu, Ramadhipa akan menghadapi dua balapan yang masing-masing berlangsung selama 16 lap, pada pukul 11.00 dan 14.00 waktu setempat. Goo merah putihhh !! (iwb)

Sayang pisaunya takdir berkehendak lain untuk mantan juara Asia, Rheza Danica Ahrens (#123). Setelah mengontrol ritme rombongan depan sepanjang balapan, Rheza menempatkan Honda CBR250RR miliknya dengan sangat apik menuju sektor terakhir. Namun saat mempertahankan racing line di Tikungan 16 lap terakhir, musibah datang! Motor Rheza dihantam rival yang melakukan late-braking agresif. Rheza tersungkur hanya beberapa meter sebelum garis finis… podium depan mata melayang seketika, aduhhh mbrebes mili cak!
Klasemen Sementara Pasca Seri 4 Mandalika:
Herjun Atna Firdaus (SS600 – P3): “Alhamdulillah, hari ini kami bisa bertarung di barisan depan dan mengamankan podium. Kami sempat sedikit kesulitan dengan rear grip sepanjang balapan… Namun, ketika ada kesempatan untuk memperebutkan podium, saya langsung melancarkan manuver di tikungan terakhir dan mengamankan posisi ketiga. Terima kasih banyak untuk AHRT, mekanik, dan keluarga yang mendukung!”
Rheza Danica Ahrens (AP250 – DNF): “Di balapan kedua ini, sayangnya saya tidak bisa menyentuh garis finis setelah mengalami insiden di lap terakhir dan terjatuh saat bertarung berebut podium. Hari yang kurang beruntung dan akhir pekan yang berat. Saya berharap di seri berikutnya bisa bangkit lebih kuat!”
Irfan Ardiansyah (AP250 – P1): “Alhamdulillah, di Race 2 hari ini saya berhasil merebut kemenangan. Ini poin yang sangat bagus untuk saya pribadi maupun tim di klasemen kejuaraan tim. Ini adalah hasil maksimal yang bisa saya berikan, dan saya berharap kami bisa menjaga momentum ini!”
M. Badly Ayatullah (AP250 – P5): “Alhamdulillah, saya berhasil mengamankan posisi kelima di Race 2. Di lap-lap awal, saya fokus menemukan ritme dan bertahan di lead group. Menjelang lap-lap akhir, saya melakukan sedikit kesalahan yang membuat jarak dengan rombongan depan melebar.”










